PARALEL MODEL DAN FORMAL MODEL

paralel model dan formal model

PARALLEL MODEL DAN FORMAL MODEL
 

Diajukan sebagai syarat mengikuti Mata Kuliah

Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Dosen Pembimbing:Bapak Asep Jalaludin,S.T,M.M

Disusun Oleh:

  • ROJAKUL
  • MAHMUDIN
  • SELINAWULANDARI
  • ANDRI SETIAWAN

      

 

  1. PARALLEL MODEL

 

  1. PROCESSING PARALLEL DAN KOMPUTASI PARALLEL

Untuk pembahasan kali ini saya akan membahas parallel processing. Dalam tugas softskill ini akan dijelaskan apa itu processing parallel sampai dengan kelebihan dan kekurangan dari processing parallel.

  1. Pengertian Parallel Processing dan Komputasi Parallel

Pemrosesan paralel (parallel processing) adalah penggunakan lebih dari satu CPU untuk menjalankan sebuah program secara simultan.Idealnya, parallel processing membuat program berjalan lebih cepat karena semakin banyak CPU yang digunakan.Tetapi dalam praktek, seringkali sulit membagi program sehingga dapat dieksekusi oleh CPU yang berbeda-beda tanpa berkaitan di antaranya.

Komputasi paralel adalah salah satu teknik melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa komputer secara bersamaan. Biasanya diperlukan saat kapasitas yang diperlukan sangat besar, baik karena harus mengolah data dalam jumlah besar ataupun karena tuntutan proses komputasi yang banyak. Untuk itu diperlukan aneka perangkat lunak pendukung yang biasa disebut sebagai middleware yang berperan untuk mengatur distribusi pekerjaan antar node dalam satu mesin paralel.

  1. Apa itu Parallel Processing?

Parallel Processing merupakan salah satu teknik yang digunakan dalam komputasi, yaitu teknik yang menggunakan dua atau lebih processor dalam melakukan komputasi dan dilakukan secara bersamaan.Komputasi adalah suatu aktifitas penghitungan atau pemecahan masalah, lalu bagaimana dengan processor.Processor merupakan sumber semua perintah, jika diibaratkan dalam makhluk hidup, prosessor merupakan otaknya. Idealnya satu komputer hanya memiliki satu prosesor saja, namun dengan berkembangnya teknologi, muncullah multi prosesor dimana dalam satu komputer terdapat dua prosessor yang digabung menjadi satu, contohnya dual core, core 2 duo, quad core, dan lain-lain.

Dalam parallel processing ini juga memiliki berbagai kelemahan dan kelebihan dimana, untuk memiliki banyak prosessor memerlukan biaya yang tidak sedikit, tetapi dengan banyaknya prosessor maka proses komputasinya pun semakin cepat. Komputasi yang menggunakan teknik parallel processing ini disebut dengan komputasi parallel.Ada dua tipe komputasi dilihat dari banyaknya prosessor, yaitu komputasi tunggal dan komputasi parallel. Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan perbedaan nya.

  1. Perbedaan Komputasi Tunggal & Parallel ?

Perbedaan komputasi tunggal (menggunakan 1 processor) dengan komputasi paralel (menggunakan beberapa processor), maka kita harus mengetahui terlebih dahulu pengertian mengenai model dari komputasi. Ada 4 model komputasi yang digunakan, yaitu:

  1. Komputer SISD (Single Instruction stream-Single Data stream)
  2. Komputer SIMD (Single Instruction stream-Multiple Data stream)
  3. Komputer MISD (Multiple Instruction stream-Single Data stream)
  4. Komputer MIMD (Multiple Instruction stream-Multiple Data stream)
  1. SISD

Yang merupakan singkatan dari Single Instruction, Single Data adalah satu-satunya yang menggunakan arsitektur Von Neumann.Ini dikarenakan pada model ini hanya digunakan 1 processor saja.Oleh karena itu model ini bisa dikatakan sebagai model untuk komputasi tunggal.Sedangkan ketiga model lainnya merupakan komputasi paralel yang menggunakan beberapa processor.Beberapa contoh komputer yang menggunakan model SISD adalah UNIVAC1, IBM 360, CDC 7600, Cray 1 dan PDP 1.

  1. SIMD

Yang merupakan singkatan dari Single Instruction, Multiple Data. SIMD menggunakan banyak processor dengan instruksi yang sama, namun setiap processor mengolah data yang berbeda. Sebagai contoh kita ingin mencari angka 27 pada deretan angka yang terdiri dari 100 angka, dan kita menggunakan 5 processor. Pada setiap processor kita menggunakan algoritma atau perintah yang sama, namun data yang diproses berbeda. Misalnya processor 1 mengolah data dari deretan / urutan pertama hingga urutan ke 20, processor 2 mengolah data dari urutan 21 sampai urutan 40, begitu pun untuk processor-processor yang lain. Beberapa contoh komputer yang menggunakan model SIMD adalah ILLIAC IV, MasPar, Cray X-MP, Cray Y-MP, Thingking Machine CM-2 dan Cell Processor (GPU).

  1. MISD

Yang merupakan singkatan dari Multiple Instruction, Single Data. MISD menggunakan banyak processor dengan setiap processor menggunakan instruksi yang berbeda namun mengolah data yang sama. Hal ini merupakan kebalikan dari model SIMD. Untuk contoh, kita bisa menggunakan kasus yang sama pada contoh model SIMD namun cara penyelesaian yang berbeda. Pada MISD jika pada komputer pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima sama-sama mengolah data dari urutan 1-100, namun algoritma yang digunakan untuk teknik pencariannya berbeda di setiap processor. Sampai saat ini belum ada komputer yang menggunakan model MISD.

  1. MIMD

Yang merupakan singkatan dari Multiple Instruction, Multiple Data.MIMD menggunakan banyak processor dengan setiap processor memiliki instruksi yang berbeda dan mengolah data yang berbeda. Namun banyak komputer yang menggunakan model MIMD juga memasukkan komponen untuk model SIMD. Beberapa komputer yang menggunakan model MIMD adalah IBM POWER5, HP/Compaq AlphaServer, Intel IA32, AMD Opteron, Cray XT3 dan IBM BG/L.

Terlihat pada gambar diatas bahwa komputasi tunggal hanya menggunakan 1 CPU atau processor, sehingga dalam hal ini, jika instruksi yang dilakukan banyak, processor akanmemprosesnya satu persatu. Hal ini menimbulkan antrian yang akhirnya akan memperlambat hasil yang diperoleh (waktunya lama).

Namun jika kita lihat pada gambar komputasi paralel, instruksi akan dibagi menjadi beberapa instruksi sesuai dengan banyaknya processor. Hal ini tentunya akan mempercepat kerja komputer dan mempercepat waktu untuk mendapatkan hasil.

  1. Tujuan Pemrosesan Parallel

Tujuan utama dari pemrosesan paralel adalah untuk meningkatkan performa komputasi. Semakin banyak hal yang bisa dilakukan secara bersamaan (dalam waktu yang sama), semakin banyak pekerjaan yang bisa diselesaikan. Analogi yang paling mudah untuk diingat adalah, bila kamu dapat merebus air dalam sebelum memotong motong bawang saat kamu akan masak, waktu yang kamu butuhkan akan lebih sedikit dibandingkan bila kamu mengerjakan hal tersebut secara berurutan (serial). Atau waktu yang kamu butuhkan pada saat memotong bawang akan lebih sedikit jika kamu kerjakan berdua.

  1. Kriteria yang menentukan baik buruknya topologi yang dipakai dalam Parallel Processing
  1. Diameter

Semakin kecil diameter yang digunakan akan semakin baik.

  1. Bisection Width

Semakin besar bisection width semakin baik.

  1. Derajat

Derajat yang tetap adalah yang terbaik.

  1. Panjang maximum garis

Panjang garis tetap adalah terbaik.

Dead-Lock terjadi jika ditemui kondisi sebagai berikut :

  1. Mutual Exclusion

Larangan bagi lebih dari satu prosesor menggunakan resource yang sama pada waktu yang sama.

  1. Incremental Request Resource

Permintaan untuk menggunakan suatu resource pada proses meningkat.

  1. No Preemption

Proses yang sedang berjalan tidak bisa dihentikan (diputus).

  1. Circular wait

Terjadi saling menunggu antara proses.

  1. Kinerja Komputasi dengan Parallel Processing

Komputasi Paralel merupakan salah satu teknologi paling menarik sejak ditemukannya komputer pada tahun 1940-an. Terobosan dalam pemorosesan parallel selalu berkembang dan mendapatkan tempat disamping teknologi-teknologi lainnya sejak Era Kebangkitan (1950-an), Era Mainframe (1960-an), Era Minis (1970-an), Era PC (1980-an), dan Era Komputer Paralel (1990-an). Dengan berbagai pengaruh atas perkembangan teknologi lainnya, dan bagaimana teknologi ini mengubah persepsi terhadap komputer, dapat dimengerti betapa pentingnya komputasi parallel itu.

Inti dari komputasi parallel yaitu hardware, software, dan aplikasinya. Paralel prosesing merupakan suatu pemrosesan informasi yang lebih mendekatkan pada manipulasi rata-rata dari elemen data terhadap satu atau lebih penyelesaian proses dari sebuah masalah. Dengan kata lain komputasi parallel adalah komputer dengan banyak processor dapat melakukan parallel processing dengan cara membagi-bagi proses ke source-source yang dimiliki.

Paradigma pemrosesan parallel bergantung pada model SIMD (single instruction multiple data), dan paradigma functional dataflow yang memperkenalkan konsep model MIMD (Multiple Instrution Multiple Data). Suatu program parallel memerlukan koordinasi ketika sebuah tugas bergantung pada tugas lainnya. Ada dua macam bentuk koordinasi pada komputer parallel : asynchronous dan synchronous. Bentuk synchronous merupakan koordinasi pada hardware yang memaksa semua tugas agar dilaksanakan pada waktu yang bersamaan dengan mengesampingkan adanya ketergantungan tugas yang satu dengan yang lainnya.Sementara bentuk asynchronous mengandalkan mekanisme pengunci untuk mengkoordinasikan processor tanpa harus berjalan bersamaan.

  1. Hubungan Antara Komputasi Modern Dan Parallel Processing

Pemrosesan paralel juga disebut komputasi paralel.Dalam upaya lebih murah pengolahan komputasi paralel menyediakan alternatif pilihan yang layak. Waktu idle siklus prosesor di seluruh jaringan dapat digunakan secara efektif oleh perangkat lunak komputasi terdistribusi yang canggih. Pengolahan paralel istilah digunakan untuk mewakili kelas besar teknik yang digunakan untuk memberikan tugas pengolahan simultan data untuk tujuan meningkatkan kecepatan komputasi dari sistem komputer.

  • Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  1. Waktu eksekusi lebih cepat.
  2. Throughput jadi lebih tinggi.

Kerugian:

  1. Perangkat keras lainnya yang dibutuhkan.
  2. Kebutuhan daya juga lebih.
  3. Tidak baik untuk daya rendah dan perangkat mobile.z
  4. Parallel processing adalah salah satu teknik komputasi modernKarena membutuhkan banyak prosesor maka biaya mahal.
  1. FORMAL MODEL

Teknik formal method adalah teknik yang mengandalkan perhitungan matematika dalam setiap prosesnya.Hanya digunakan pada sistem yang sangat memperhatikan keamanan atau keselamatan dari pengguna.Contoh penggunaan teknik ini adalah aerospace engineering.

  1. Keuntungan menggunakan teknik formal method adalah meminimalkan resiko dengan adanya perhitungan komputasi.
  2. Sedangkan kerugiannya adalah:
  3. Biaya Tinggi.
  4. Kompleks
  5. Tidak Umum untuk Proyek Software pada umumnya

 

  1. Formal Specification

 

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, spesifikasi dengan menggunakan bahasa natural (seperti bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) sering menimbulkan kerancuan dan ketidak jelasan (ambiguous). Untuk menghindari hal ini, digunakan formal specification.

Ada beberapa bahasa, notasi, atau formalism yang dapat digunakan untuk formal specification. Berikut ini adalah daftar beberapa notasi yang umum digunakan:

  1. Communicating Sequential Processes (CSP), yaitu basis notasi dan matematika yang dikembangan oleh Hoare. Basis CSP inilah yang digunakan oleh bahasa PROMELA dan tools SPIN yang dikembangkan oleh Holzmann. PROMELA dan SPIN ini kemudian digunakan untuk formalism hardware dan verifikasi di.
  2. Calculus of Communicating System, yaitu sebuah calculus yang dikembangan oleh Milner.
  3. Higher-Order Logic, yaitu representasi dari sistem dalam bentuk logic tingkat tinggi yang didukung oleh theorem proving tools seperti HOL dan PVS.
  4. Petri nets
  5. Synchronized Transitions,

Selain notasi atau bahasa di atas, ada juga formalism yang lebih umum (populer) digunakan dalam disain perangkat lunak dan tidak dalam disain perangkat keras, seperti antara lain:

  1. VDM

Bahasa VHDL sering diperdebatkan apakah dapat dikategorikan sebagai formal specification atau tidak.Menurut para pakar, bahasa VHDL ini tidak dapat dikategorikan sebagai formal specification sebab kita tidak dapat melakukan manipulasi (matematis) dalam deskripsi yang ditulis di dalam bahasa VHDL itu sendiri. Sebagai contoh, kita tidak bisa membuktikan secara matematis bahwa dua buah deskripsi yang keduanya ditulis dalam bahasa VHDL adalah sama. Ada sebuah usaha untuk melakukan formalisasi terhadap subset kecil dari VHDL dengan menggunakan HOL Theorem Proving Environment, sehingga judul yang digunakan adalah “femto VHDL” (karena sangat kecil subset yang dapat diverifikasi).

  1. Formal Synthesis

Setelah memiliki sebuah spesifikasi, baik dalam bentuk formal maupun informal, maka implementasi dapat dibuat.Implementasi dapat dibuat secara manual atau otomatis.Pembuatan implementasi secara manual hanya cocok untuk digunakan dalam disain yang tingkat kompleksitasnya tidak terlalu tinggi.Untuk sistem yang kompleks, kesalahan mudah terjadi (error prone).

Proses pembuatan implementasi secara otomatis disebut automatic synthesis. Untuk menjamin kebenaran hasil proses sintesa, maka proses synthesis tersebut harus dibuktikan kebenarannya. Jika alat untuk melakukan synthesis secara otomatis dan proses synthesis yang digunakan ini dapat dibuktikan benar maka hasil yang diperoleh dapat dikatakan “correct by construction”. Biasanya hal ini dilakukan untuk sistem yang berangkat dari sebuah sistem yang dispesifikasikan secara formal, kemudian dilakukan “refining” sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih detail, dan dilakukan secara berulang-ulang sampai akhirnya menjadi implementasi dalam level abstraksi yang diinginkan (misalnya sampai menjadi level layout transistor). Setiap langkah dalam proses refining dijaga oleh sebuah mekanisme (misalnya oleh sebuah theorem prover) sehingga tidak dapat melakukan proses refining yang salah.

  1. Formal Verification

Formal verification membuktikan bahwa sebuah implementasi betul-betul mengimplementasikan apa-apa yang dijabarkan dalam spesifikasinya. Formal verification dapat juga digunakan untuk menjamin kebenaran dalam proses translasi. Ketika kita melakukan translasi, misalnya ketika kita melakukan optimasi, bagaimana kita menjamin bahwa rangkaian yang dihasilkan masih memiliki fungsi yang sama (ekivalen) dengan rangkaian sebelumnya (atau bahkan sama dengan spesifikasi awalnya). Formal verification dapat dilakukan dengan menggunakan:

  1. equivalence checker
  2. model checking
  3. theorem proving
  4. pendapat para pakar, banyak “link” dari disain VIPER ini yang belum diverifikasi secara penuh. Makalah yang membahas masalah VIPER ini antara lain.
  5. Cray Research (tahun 1997?) menggunakan formal verification untuk memverifikasi disainnya (bidang high-end computing).
  6. more to be written …
  1. Formal methods di bidang softwere

Seperti telah dikemukakan di awal tulisan ini bahwa formal methods dapat digunakan di bidang software.Bahkan, sebetulnya formal methods lebih awal digunakan di bidang software. Akan tetapi tampaknya hasil yang positif lebih banyak terlihat di bidang hardware, hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa hal:

  1. hardware memiliki kompleksitas lebih kecil dibandingkan software;
  2. disainer hardware lebih terbiasa menggunakan paradigma reuse, yaitu menggunakan komponen dasar yang sudah standar yang bisa diverifikasi secara individual (misalnya, jarang disainer membuat AND gate sendiri, biasanya tinggal menggunakan standard cell, bahkan untuk skala besar menggunakan IP core), sementar software designer belum dipaksa menggunakan metoda reuse (berapa banyak metoda untuk melakukan sort? Setiap disainer dapat membuat metoda sendiri-sendiri).

 

 

B2B (Business to Business)

Tema Presentasi : B2B (Business to Business)

Mata Kuliah    :E-Commerce

Kelompok       : 1. Selina wulandari

                        2. Anni mariaty

Dosen              :Asep Jalaludin, ST, MM.

STMIK CIKARANG

 

Pengertian E-commerce

  • Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.

Alasan Penggunaan Internet Pada E-Commerce

Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:

  • Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
  • Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
  • Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.

Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).

  • Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer. Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to Customer.

Di awal tahun 2000 diperkirakan bahwa bisnis e-commerce tipe B-to-B akan menjadi primadona di dunia maya. Michael J. Cunningham dalam bukunya “B2B: How to Build a Profitable E-Commerce Strategy” mendefinisikan B-to-B e-commerce sebagai :

“Business transactions conducted over public or private networks, including public and private transactions that use the internet as a delivery vehicle. These transactions include financial transfers, on-line exchanges, auctions, delivery of products and services, supply-chain activities, and integrated buisness networks”.

 

Melihat bahwa internet atau dunia maya merupakan aspek utama yang menjadi penyebab terjadinya jenis perdagangan ini, maka jelas bahwa arena pertarungan bisnis berada dalam wilayah dunia maya (digital). “Digital marketplace” atau yang sering disebut sebagai “marketspace” ini pada dasarnya merupakan suatu “wilayah” dimana para praktisi bisnis digital dapat mempertaruhkan nasib dengan cara mencari celah kesempatan bisnis perdagangan secara elektronik yang ditawarkan. Untuk dapat memahami mekanisme persaingan yang terjadi di marketspace ini, perlu dipahami tiga elemen atau komponen utama yang membentuk pasar B-to-B (Cunningham, 2001).

 

  • Elemen pertama adalah “Business Rules” yang pada dasarnya mengandung prinsip-prinsip bisnis di dunia maya yang harus dipahami oleh pelakunya (how business is done). Setidak-tidaknya para praktisi bisnis yang bersangkutan harus memahami filosofi dasar dari ekonomi digital yang memiliki beberapa perbedaan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan prinsip-prinsip ekonomi konvensional.
  • Setelah pemahaman akan “Business Rules” dikuasai secara sungguh-sungguh, barulah elemen kedua di dalam B-to-B market, yaitu “Processes”, layak dipelajari dengan seksama. Yang dimaksud dengan elemen proses di sini adalah rangkaian aktivitas atau kegiatan operasional yang harus dijalankan agar perusahaan terkait dapat segera mentransformasikan “bahan mentah” yang ada menjadi produk atau jasa yang siap dikonsumsi oleh para calon pelanggan. Perlu diperhatikan bahwa seperti layaknya bisnis kebanyakan di dunia nyata, setiap perusahaan pasti akan memiliki sejumlah rangkaian proses yang harus diperhatikan secara sungguh-sungguh kinerjanya. Sebutlah yang paling esensial adalah rangkaian proses pembayaran produk atau jasa yang dibeli, proses pemesanan bahan mentah atau bahan baku ke pihak pemasok (suppliers), proses pengiriman barang ke pelanggan, dan lain sebagainya.

Dengan dikuasainya prinsip “Business Rules” dan “Processes”, maka tugas selanjutnya yang harus dilaksanakan oleh praktisi bisnis internet adalah menentukan elemen ketiga, yaitu “Technology”, sebagai komponen yang akan mewujudkan kedua elemen pertama tersebut menjadi aktivitas operasional. Perlu diperhatikan bahwa segala ide dan strategi bisnis di dunia maya akanlah sia-sia tanpa didukung oleh infrastruktur teknologi informasi yang memadai, karena secara teknis, mekanisme komunikasi dan transaksi bisnis yang ada terjadi pada komputer dan kabel-kabel transmisi elektronik dan digital.

Image

Resep membuat brownies

Resep membuat brownies

Bahan-bahan Kue Brownies:

200 gram dark cooking chocolate
100 gram margarin
3 butir telur
100 gram gula pasir
100 gram tepung terigu
Kacang Walnut
1 sdt baking powder

Setelah bahan-bahan brownies di atas sudah lengkap, berikut ini cara mengolahnya:

Segera lelehkan dark cooking chocolate dan margarin.
Kocok telur, kemudian campurakan gula aduk sampai larut.
Kemudian, masukkan tepung terigu dan baking powder yang sudah diayak sambil diaduk hingga rata.
Masukkan margarin dan cokelat cair, aduk terus secara merata.
Tuangkan kedalam loyang brownies yang sudah dioles dengan margarin serta diberi alas kertas.
Panaskan pengukus, kemudian setelah mendidih segera masukkan loyang brownies tadi, tambahkan taruh kacang walnut yang telah diiris tipis + dioseng dengan Teflon (api kecil) agar kelihatan kecoklatan, kemudian tutup.
Kukus sekitar 45 menit menggunakan api kecil.
Setelah itu, segera angkat dan keluarkan dari loyang, belah dengan pisau pemotong kue.
Taburi dengan parutan coklat meses atau dark cooking coklat secara merata, kemudian satukan kembali dengan belahan atas brownies kukus tersebut.
Kue Brownies kukus selesai dan siap dihidangkan.

Nah cukup mudah bukan? Jadi sekarang Anda dapat membuat kue brownies kukus sendiri dirumah. Jadi tidak perlu keluar rumah dan mengeluarkan duit, cukup sediakan bahan-bahan diatas dan segera praktekkan cara pembuatannya.

Image

Resep membuat rainbow cake

Resep membuat rainbow cake

Bahan yang digunakan :

100 gram mentega dilelehkan
100 gram tepung terigu
10 gram susu bubuk
75 gram gula pasir
3 kuning telur
5 putih telur
1 sdt emulsifer / TBM
1/4 sdt garam
Pewarna makanan untuk rainbow agar warna warni seperti merah jingga kuning biru ungu secukupnya

Toping/Olesan Rainbow Cake :

Butter Cream Putih / Whip Cream
Taburan warnan warni seperti meises, permen cokelat warna warni, butiran haundren and thousan tergantung selera anda.

Cara Membuat Rainbow Cake :

Kocok telur, Garam, Gula pasir dan emulsifer sampai mengembang dengan mixer.
Masukkan terigu dan susu sedikit demi sedikit aduk sampai rata.
Tambah Mentega cair sedikit sedikit aduk rata.
Setelah itu bagi adonan menjadi 6 bagian dalam wadah yang terpisah, masing masing beri pewarna yang berbeda beda.
Tuang adonan tadi ke dalam loyang bundar yang mempunyai ukuran diameter 22 cm. sebelumnya olesi loyang dengan mentega tipis.
Terus Panggang Adonan tadi di oven dengan suhu 180 derajat celcius selama 25 menit atau sampai matang.
Lakukan hal yang sama sampi semua adonan dengan warna yang berbeda beda selesai.
Susun cake warna ungu pada bagian bawah dan olesi dengan butter cream atau whip cream, lalu tumpuk cake warna biru dan lakukan hal yang sama dengan urutan ungu, biru, hijau, kuning, jingga dan merah.
Lalu tutup bagian luar kue dengan butter cream atau whip cream
Taburi dengan meises warna warni, permen cokelat warnan warni atau butiran houndred and thousand untuk taburan luar kue rainbow cake sesuai selaera anda.
Rainbow cake siap dihidangkan buat keluarga anda tercinta dirumah dan akan terlihat sangat cantik saat anda memotong kue ini.

Image

Resep membuat blackforest

Resep membuat blackforest

Resep dan cara membuat black forest dengan mudah. Black forest merupakan salah satu jenis cake yang terbuat dari bolu coklat yang dilapisi dengan krim segar, serutan coklat dan buah ceri. Biasanya black forest dihidangkan pada saat menyambut hari istimewa, seperti ulang tahun, pernikahan, lebaran, natal dan sebagainya. Cake yang berasal dari negeri Jerman ini mempunyai rasa dan aroma yang khas, sehingga resep black forest ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan jenis cake lainnya.

Ciri utama dari cake yang satu ini terletak pada warnanya yang berwarna coklat, sehingga cake ini dikenal dengan sebutan black forest. Selain itu, penampilan cake ini juga sangat menarik, karena terdapat buah ceri di atasnya. Bagi sobat yang ingin mencoba membuat black forest sendiri di rumah, silahkan ikuti resep dan cara membuat black forest dengan mudah di bawah ini :
Resep Black Forest

Resep Black Forest Kukus

Bahan :
– 125 gram gula pasir
– 75 gram tepung terigu protein sedang
– 75 gram margarin, lelehkan
– 50 ml susu cair
– 50 gram dark cooking chocolate, potong-potong
– 40 gram coklat bubuk
– 15 gram susu bubuk
– 8 kuning telur
– 3 putih telur
– 1/2 sendok teh baking powder
– 1/2 sendok teh coklat pasta

Bahan Isi :
– 100 gram dark cooking chocolate, potong-potong
– 30 ml susu cair
– 15 gram mentega tawar

Hiasan :
– 150 gram butter cream
– 150 gram serutan coklat

Cara Membuat :
• Panaskan susu cair, kemudian tambahkan margarin leleh dan potongan dark cooking chocolate, lalu aduk hingga larut dan sisihkan.
• Kocok telur dan gula pasir hingga mengembang, lalu tambahkan coklat bubuk, baking powder, tepung terigu dan susu bubuk sambil diayak dan diaduk hingga rata.
• Setelah itu masukkan campuran susu cair dan coklat pasta sedikit demi sedikit sambil diaduk secara perlahan.
• Tuang ke dalam loyang berukuran 20x20x4 cm yang telah diolesi margarin dan dialasi kertas roti sebelumnya.
• Kukus adonan selama 20 menit hingga matang dengan api sedang.
• Untuk bagian isi, panaskan susu cair, lalu tambahkan mentega tawar dan potongan dark cooking chocolate. Kemudian aduk hingga larut dan biarkan hangat.
• Belah kue menjadi 2, setelah itu oles salah satu kue dengan isi, kemudian tutup dengan kue yang lain. Biarkan hingga dingin.
• Oles butter cream dan hias dengan serutan coklat.
Resep Black Forest Klasik

Bahan :
– 200 gram gula pasir
– 100 gram tepung terigu protein sedang
– 100 gram mentega, lelehkan
– 60 gram coklat bubuk
– 40 gram tepung maizena
– 8 butir telur
– 1 sendok makan emulsifier
– 1/4 sendok teh vanili

Hiasan :
– 500 gram krim kocok / butter cream
– 100 gram Dark Cooking Chocolate (DCC)
– 10 buah cherry merah
– 1 kaleng cherry hitam, saring dan pisahkan airnya

Cara Membuat :
• Campurkan tepung terigu, coklat bubuk dan tepung maizena, kemudian aduk hingga rata. Setelah itu kocok telur, gula dan emulsifier hingga mengembang dan kental sekitar 10-15 menit.
• Masukkan campuran tepung sambil diayak, kemudian aduk hingga tercampur rata. Lalu masukkan mentega yang telah dilelehkan dan aduk hingga rata.
• Tuang adonan ke dalam 3 buah loyang berukuran 22x22x4 cm, kemudian masukkan ke dalam oven dengan suhu 180 Celcius dan biarkan selama 20-25 menit hingga black forest matang.
• Setelah matang, angkat dan dinginkan. Lalu basahi dengan air cheery hitam. Kemudian letakkan satu lapis cake, oles dengan butter cream, lalu atur belahan cherry hitam di atasnya. Tumpuk diatasnya cake lapisan kedua, oles butter cream dan taruhlah cherry hitam lagi diatasnya, tumpuk lagi dengan lapisan cake teratas. Jangan lupa untuk membasahi cake dengan air cherry hitam.
• Setelah selesai, rapikan cake tersebut dan oleh seluruh cake dengan butter cream, lalu hias dengan dark chocolate serut/pagar hingga cake tertutupi oleh coklat. Semprotkan butter cream, hias atasnya dengan buah cherry merah.
Resep Black Forest Puding

Bahan Lapisan 1:
– 1600 cc susu cair
– 200 gram gula pasir
– 50 gram DCC
– 30 gram coklat bubuk
– 3 kuning telur, kocok sebentar
– 2 bungkus agar-agar putih

Bahan Lapisan 2 :
– 400 cc susu cair
– 180 gram gula pasir
– 30 gram DCC
– 3 putih telur
– 1 bungkus agar-agar putih
– 1/2 kaleng black cheery, tiriskan

Cara Membuat :
• Lapisan 1. Tim DCC dan coklat bubuk hingga cair dan tidak menggumpal, kemudian masukkan susu cair, gula pasir dan agar-agar, masak hingga hampir mendidih.
• Ambil sedikit adonan, tuang ke dalam kuning telur yang telah dikocok dan aduk rata. Setelah itu tuang lagi kedalam adonan. Tunggu hingga mendidih.
• Lapisan 2. Tim DCC hingga cair, lalu masukkan susu cair, gula pasir dan agar-agar hingga mendidih.
• Di tempat terpisah, kocok putih telur hingga kaku, lalu tuang adonan agar-agar tersebut ke dalamnya, setelah itu kocok dengan mixser kecepatan rendah hingga tercampur rata.
• Tuang lapisan 2 ke atas lapisan 1.
• Susun black cherry diatas lapisan 2 sebelum mengeras.
• Setelah itu hias dengan whip cream dan cherry merah.
• Black forest puding siap dihidangkan.
Demikian resep dan cara membuat black forest kali ini anda juga bisa membaca beberapa resep dan panduan membuat kue kering. Semoga artikel ini dapat bermanfaat dan sampai bertemu lagi dalam artikel selanjutnya.